MUNDUR SAJA

Mundur, itu mungki sikap seorang pengecut. Menghadapi persoalan yang terasa berat dan menyingkir darinya barangkali akan dikatakan sebagai sikap pengecut.

Tapi MUNDUR SAJA, jika

semangat kerja Anda sebagai karyawan telah sirna dan bahkan cenderung membawa Anda menuju matinya semangat hidup.

Tantang diri Anda untuk jadi BOS di perusahaan sendiri alias jadi pengusaha. Karena kalau menjadi karyawan telah mematikan hidup Anda maka menjadi pemilik usaha tentu akan menggairahkan kembali semangat hidup Anda, meskipun resiko mati juga ada. Berani?

Lakukan saja ….

BANYAK IDE. Baguskah?

Menjadi kreatif bisa dimulai dengan mengumpulkan banyak IDE. Tetapi sebanyak apapun IDE bagus yg kita miliki, belum jaminan kita punya IDE yang baik. Kenapa?

Pertama, IDE yang banyak tetap akan menjadi IDE YANG JELEK kalau IDE-IDE tadi tidak terlaksana. IDE YANG BAIK bagaimanapun juga adalah bukan seberapa banyak IDE yang kita miliki tetapi seberapa yang bisa terlaksana. Jadi yang IDE YANG BAIK adalah IDE yang terlaksana.

Kedua, IDE yang banyak belum tentu IDE yang baik karena banyak IDE kadang justru membuat kita tidak fokus, atau justru kita terlalu mudah menyerah ketika belum berhasil mewujudkan satu IDE untuk kemudian berpindah ke IDE yang lain lagi. Jadi lebih baik miliki satu dua IDE, dan segera laksanakan. Fokus sampai IDE tersebut benar-benar terbukti memang benar-benar bisa dilaksanakan atau memang benar-benar tidak mungkin dilaksanakan.

Jadi daripada sibuk mencari IDE, milikilah satu dua IDE dan segera laksanakanlah.

Mending Berfikir BESAR

Jika kita punya suatu baskom, batu, kerikil dan pasir. Kemudian kita diminta mengisi baskom tersebut dengan batu sampai penuh. Apakah baskom masih bisa diisi lagi? Ternyata kita masih bisa mengisinya dengan kerikil diantara batu-batu tersebut. Selanjutnya jika kita sudah mengisikan kerikil sampai penuh apakah kita masih bisa mengisi baskom tersebut? Ternyata kita juga masih bisa mengisinya dengan pasir diantara kerikil-kerikil tersebut.
Tetapi kalau kita coba membaliknya dengan cara mengisi baskom sampai penuh dengan pasir terlebih dahulu, apakah kita masih bisa mengisi baskom dengan kerikil atau batu?. Ternyata kita tidak bisa lagi mengisinya.
Demikianlah analogi untuk pikiran kita. Jika kita memenuhi pikiran kita dengan hal-hal yang kecil maka kita tidak akan bisa lagi mengisinya dengan hal-hal yang lebih besar, tetapi sebaliknya jika kita mengisi pikiran kita degan hal-hal yang besar maka hal-hal yang kecil masih mungkin untuk kita pikirkan.
Karenanya, jangan penuhi pikiran kita dengan hal-hal yang kecil karena hal itu akan membuat kita sulit untuk memikirkan hal-hal yang besar. Lebih baik mari kita penuhi pikiran kita dengan hal-hal yang besar, percayaah hal-hal kecil degan sendirinya masih mungkin kita pikirkan.

Ridha atas keputusan Allah

Rasulullah saw bersabda, “Pada hari kiamat kelak, Alah akan menumbuhkan sayap-sayap pada tubuh sekelompok umatku. Kemudian mereka terbang dari kuburan mereka menuju surga dengan leluasa. Di dalam surga mereka menikmati segala kenikmatan yang ada dengan sesuka hati.
Lalu seorang malaikat bertanya kepada mereka,
‘Äpakah kalian semua telah menjalani hisab?’,
‘Kami tidak melihat hisab.’
Malaikat bertanya lagi,
‘Apakah kalian juga telah menyeberangi jembatan?’,
‘Kami tidak melihat jembatan apapun’
Malaikat bertanya lagi,
‘Ápakah kalian telah melihat neraka jahanam?’,
‘Kami tidak melihat apapun sebelum ini’
Maka malaikat tersebut bertanya lagi,
‘Umat siapakah kalian ini?’,
‘Kami adalah umat Muhammad saw.’ 
Malaikat berkata,
‘Amal apakah yang telah kalian perbuat ketika di dunia?’
‘Kami memiliki dua kebiasaan yang akhirnya –berkat rahmat Allah- bisa membawa kami pada kedudukan ini.’
Kemudian mereka berkata,
Dua kebiasaan tersebut adalah; setiap sendirian, kami malu untuk bermasksiyat kepada Allah. Dan yang kedua, kamu selalu ridha dengan apa yang diberikan atau ditetapkan Allah kepada kami, meskipun sedikit.’
Mendengar penjelasan tersebut, malaikat berkata,
‘Kalian memang berhak mendapatkan semua ini’” (HR. Hakim)

Pikirkan yang sebaliknya (1)

Berfikir dan bertindak sebagaimana orang biasa melakukan adalah biasa. Hasilnya kita tak ada bedanya dengan yang lainnya atau yang sebelumnya. Tetapi kalau kita ingin menjadi “pemenang”, Paul Arden, penulis buku best seller internasional dan legenda dalam periklanan Inggris, memberi saran “what ever your think, think the opposite”

Fakta1:
Sampai sebelum olimpiade Meksiko pada th 1968, cara yang biasa dilakukan oleh atlet lompat tinggi untuk melompati rintangan adalah dengan menyejajarkan badan dengan palang tsb.
Namun , olimpiade pada tahun 1968, ada seorang atlet yg belum terkenal mendekati palang rintangan dan dia melompat dengan cara yang belum pernah dilakukan atlet-atlet sebelumya, ia bukannya menghadapkan badannya ke palang, sebagaimana atlet yg lain melompat, dia justru melakukanya dengan cara berbeda yakni badannya justru membelakangi palang rintangan.
Hasilnya, rekor lompat tinggi pun terpecahkan oleh seorang yg belum terkenal pada waktu itu, karena ia berani berfikir dan mengambil cara yang berlawanan dengan kebiasaaan.

Shalat tepat pada waktunya

Áisyah ra. meriwayatkan : “Allah swt berfirman, “Sesungguhnya Aku memiliki janji pada para hamba-Ku, jika mereka menjalankan shalat tepat pada waktunya, maka Aku tidak akan pernah menyiksanya dan Aku akan memasukkannya ke surga dengan tanpa hisab”(HR. Hakim)

Beauty Of Mathematics

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321

(sumber: Yusuf Yudi Prayudi)